cinta
dan sungai yang mengalir ke samudera
dan ombak yang menjemput di muara
ialah cinta yang tak pernah alpa
ketulusan tak putus ditikam musim
jarak menyebarkan rindu dalam rahim
bagai unggun api yang terus menyala
angin pun tak kuasa memadamkannya!!
-Toto ST Radik-
gambaran depresi
kebencian pada diri sendiri
perasaan tak berharga
terkurung ketidakbahagiaan
kegelisahan mengelilingiku
merasa takut dan terkucil
kecemasan yang menyesakkan
kemudian bingung
gagal memusatkan pikiran
dan… mudah lupa
pikiranku dikuasai oleh ganggunan-gangguan anarkis
proses berpikirku serasa dihantam oleh gelombang asing yang beracun
yang menghapuskan setiap respon yang menyenangkan kehidupan duniawi
jadi sulit tidur
tak berminat apa-apa
bagaikan mayat hidup
mati rasa… resah
perasaan tak berdaya yang ganjil
seiring terus menerus gelisah
hilangnya gairah
makanan…
seperti juga semua yang harus dirasa
sama sekali tak berasa
lenyaplah harapan
kabut ketakutan yang samar-samar
menjelma menjadi keputusasaan
yang begitu menyakitkan
rasa sakit yang tak tertanggungkan
bunuh diri tampaknya merupakan penyelesaian…
saduran gambaran depresi: william styron
just for today
Decide to be happy today,
to live with what is yours - your family, your business, your job, your luck.
if you can’t have what you like,
maybe you can like what you have.
Just for today,
be kind, cheerful, agreeable, responsive, caring and understanding.
Be your best, dress your best, talks softly,
look for the bright side of things.
Praise people for what they do
and don’t criticize them for what they cannot do.
If someone does something stupid, forgive and forget.
After all, it’s just for one day.
Who knows, it might turn out to be a nice day.
sebuah memori
sudah selayaknya dimengerti oleh semua orang bahwa apa dan siapa diri kita hari ini, merupakan hasil pembentukan dan penempaan dari seluruh pengalaman yang diri kita alami.
terkadang banyak orang tidak menyadari besarnya pengaruh proses pengalaman tadi dimana muncul istilah luka batin yang mengistilahkan semua pengalaman-pengalaman yang menjadi sumber, asal muasal, penyebab hal-hal secara mental tidak baik yang kita miliki, secara sadar saat ini.
secara psikologis diri kita bagaikan supersensitif memori dimana dalam perkembangan perjalanan tumbuhnya, dengan sangat mudah overreaktif, dipengaruhi oleh setiap benturan-benturan baik itu keras atau lembut, kuat atau lemah, langsung atau tidak langsung.
semakin lamanya proses perjalanannya, memori ini akan menjadi semakin kompleks dan begitu canggihnya sehingga mampu memformulasi reaksi yang tepat secara subjektif terhadap benturan yang diterima.
formula-formula reaksi yang tercatat dalam memori tersebut menjadi lapisan-lapisan pertahanan yang pada akhirnya akan memperjelas bentuk dari memori itu sendiri.
namun realitas yang ada, jarang sekali, seorang individu menyempatkan diri melakukan refleksi diri, membuat diri sadar akan semua proses ini.
pada dasarnya, proses pembentukan inilah yang merupakan proses yagn paling sempurna sekaligus paling tidak sempurna.
menjadi sempurna ketika semua tahap disadari secara penuh.
implikasi yang terjadi atau dialami, dirasakan akan mengalami magnifikasi yang luar biasa, berlipat-lipat ganda.
menjadi tidak sempurna karena meskipun hanya satu proses namun dialami oleh banyak individu, akan memberikan implikasi yang berbeda dari masing-masing individu.
bahkan dengan kondisi lingkungan yang sama, notabene tidak lepas dari begitu kompleksnya bentuk dasar dari memori yang akan mengalami proses.
bentuk dasar memori itu sendiri sudah kompleks dan khas satu sama lain.
tentang aku; seorang manusia
aku gak bisa ingat,
kapan pertama kali bisa berdiri,
mau sekuat tenaga usaha untuk mengingat-ingat,
tetap tidak akan bisa,
kapan pertama kali aku secara sadar mengambil keputusan atas satu peristiwa,
ketika di depanku digelar beberapa pilihan yang dapat kupilih,
keputusan apa yang kuambil pun tak dapat kuingat,
entah apa yang aku pikirkan waktu itu,
kalau sekedar nostalgia,
memori ketika waktu kecil dulu,
bolehlah…
tapi selebihnya,
tak ada gunanya diingat-ingat kembali,
karena setiap peristiwa saat ini ketika di depanku digelar beberapa pilihan yang dapat kupilih,
pilihan apapun yang akan kuambil tidak akan mungkin sama dengan peristiwa waktu dulu itu,
atau dengan kata lain,
aku mengambil keputusan saat ini pastilah berdasarkan pertimbangan-pertimbangan yang muncul saat ini,
dengan peristiwa yang sama pada waktu yang berbeda,
tentu keputusan yang kuambil akan berbeda pula,
ini baru soal pertimbangan,
belum tentang: apakah keputusan yang diambil baik atau tidak,
meskipun Dia mengatkan suatu hal yang sangat mendasar: kamu itu siapa?
sehingga kamu bisa menentikan mana yang baik, mana yang jahat…